Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haji, Ibadah Ritual Nan Penuh Arti

sumber gambar pixabay

Umat muslim mengenal ritual ibadah haji sebagai salah satu dari rukun Islam, yaitu rukun Islam kelima. 

Ibadah Haji dilakukan oleh mereka yang mampu melaksanakannya. Sehingga ibadah ini selain membutuhkan kemampuan finansial yang cukup, juga kebugaran fisik dan ilmu seputar haji.
 
Berhaji artinya Anda beribadah haji sekaligus mengunjungi rumah Allah, Ka’bah di Mekah. Kemudian ada beberapa rukun yang harus dilakukan agar ibadah haji menjadi sah dan insya Allah mabrur. 

Haji mabrur adalah impian semua muslim seluruh dunia. Tapi untuk meraihnya, Anda harus menjalankan seluruh rukun haji serta niat Ikhlas. Berikut ini segala hal yang berkaitan dengan ibadah haji.

Ragam Ibadah Haji

Dalam Al-Quran, dikisahkan tentang nabi Ibrahim as yang menaruh anaknya nabi Ismail as beserta sang ibu Hajar di tengah gurun pasir Arab yang gersang tanpa satu pun sumber air. 

Nabi Ismail as yang masih bayi menangis karena haus. Hajar panik, dan berlari sepanjang Shafa dan Marwa untuk menemukan air bagi bayinya selama 7 kali berturut-turut. Kelak hal yang dilakukannya itu menjadi salah satu rukun haji.
 
Ibadah haji dilakukan oleh seorang muslim yang mampu. Kemampuan secara fisik juga finansial. Hal yang berkaitan dengan finansial ini kadangkala membutuhkan pengorbanan bertahun-tahun.
 
Muslim yang hidupnya sederhana harus menabung agar mampu membiayai ongkos naik haji sekaligus dana bagi keluarga yang ditinggalkan di negeri asalnya. Di Indonesia pun banyak disediakan tabungan haji yang diselenggarakan oleh bank-bank pemerintah dan swasta.
 
Biaya naik haji sekitar 30 juta bahkan lebih. Disesuaikan dengan keputusan pemerintah dan variabel lainnya. Ada biaya haji reguler ada pula yang haji plus. Sesuaikan dengan kemampuan finansial Anda.
 
Banyak pula perusahaan tour dan travel yang menyediakan paket haji dan umrah dengan biaya bervariasi. Sesuai sarana penginapan dan sebagainya yang akan didapatkan jika berangkat. Para pemuka agama, kiai dan ustadz, menjadi pembimbing haji untuk memandu jamaah.
 
Biasanya sebelum pemberangkatan ke tanah suci, diadakan manasik haji. Ini adalah bentuk latihan supaya jamaah haji lebih siap beribadah dan lebih khusuk di sana. 

Namun, ada pula manasik haji yang dilaksanakan lembaga pendidikan untuk memperkenalkan ibadah ini kepada siswa-siswinya. Dari mulai tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Rukun Haji

 sumber gambar by yanasupriatna on flickr.com

Ibadah haji berbeda dengan umrah karena waktunya yang terbatas. Al-Quran surat Al Baqarah ayat 197 menyebutkan mengenai hal ini. 

Musim haji dilaksanakan pada bulan Syawal, bulan Dzulqa'dah, dan bulan Dzulhijjah. Yaitu tanggal 1 Syawal sampai dengan tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Sehingga waktunya dibatasi selama 69 hari saja.
 
Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw mengatakan bahwa ‘Al Hajju Hiyal Arafah’. Artinya tidak sah ibadah haji bilamana jamaah tidak melaksanakan wukuf di padang Arafah. 

Rukun haji inilah yang paling penting dan tidak sah berhaji bila tidak melaksanakannya. Maka tak heran bila ada jemaah haji yang sakit pun disediakan fasilitas seperti ambulance agar mampu melaksanakan wukuf. Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
 
Rukun haji lainnya yaitu Tawaf. Tawaf adalah aktivitas mengelilingi Ka'bah sambil mengucapkan beberapa doa dan seruan seperti Labbaik, Allahumma Labbaik (Ya Allah aku datang memenuhi panggilanMu).
 
Ada pula Sa'i, Tahallul, Mabit dan Melempar Jumroh. Sai dilakukan dengan berlari bolak-balik sebanyak 7 kali antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Tahallul artinya mencukur atau memotong rambut kira-kira sebanyak 3 helai rambut. Sedangkan mabit yaitu menginap semalam di Muzdalifah.
 
Kemudian ada juga melempar jumrah pada tanggal 10, 11 dan 12 Dzulhijjah. Melempar jumrah pada 3 tiang ini diandaikan sebagai bentuk perlawanan manusia agar tidak mudah tergoda bujuk rayu syaitan. Lemparan jumrah ini diibaratkan melempar syaitan-syaitan itu.
 
Semua rukun tersebut memiliki makna yang mendalam. Di antaranya kembali mengenang perjuangan dan suri tauladan keluarga nabi Ibrahim as, selain mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Tips Berhaji

Berikut ini beberapa tips bagi Anda yang merencanakan beribadah Haji, antara lain:

  • Siapkan diri Anda semaksimal mungkin terutama kesehatan dan fisik Anda. Jaga kesehatan fisik dan mental agar tidak terkena penyakit sebelum dan selama melakukan ibadah ini.
  • Bila Anda memiliki dana yang cukup untuk segera berangkat, maka lakukanlah. Jangan menunda-nunda, segeralah mendaftar. Bila tidak ada dana tunai, sisihkan dari pendapatan Anda.
  • Jika Anda memutuskan untuk menabung, pilihlah bank atau lembaga keuangan yang terpercaya dan memang telah biasa menyediakan fasilitas tabungan haji ini.
  • Pilihlah biro perjalanan yang terdaftar dan berpengalaman memberangkatkan jemaah haji dari daerah Anda. Jangan sampai tertipu sudah membayar mahal tapi tidak jadi berangkat, atau masalah lainnya yang bisa mengganggu ibadah.
  • Pelajari ilmu ibadah haji, kalau perlu bertanyalah pada mereka yang sudah pernah beribadah juga kepada ustadz atau guru agama.
  • Sisihkan waktu untuk melakukan manasik haji, agar Anda lebih siap beribadah kelak.
  • Ikutilah semua instruksi dari pihak berwenang di Indonesia dan Arab Saudi. Juga nasihat dan saran dari biro wisata serta para pembimbing.
  • Berusahalah rendah hati, berhati ikhlas, dan khusyu dalam menjalankan ibadah haji. Jangan mudah berkata kasar, memendam perasaan dan pikiran tidak baik ketika melaksanakan ibadah haji.

Akhirnya, selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Anda diberikan kemampuan untuk menjadi haji mabrur, insya Allah.

Mas Pujakusuma
Mas Pujakusuma "Visi Tanpa Eksekusi Adalah Halusinasi" - Thomas Alva Edison

Posting Komentar untuk "Haji, Ibadah Ritual Nan Penuh Arti"