Apa itu Takbiratul Ihram dalam Shalat? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini
Sebagai umat muslim, tentu kita wajib untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Hal tersebut menjadi hal yang wajib dikerjakan umat muslim setelah turun wahyu Allah Swt kepada Rasul kita Nabi Muhammad Saw secara langsung.
Perintah sholat ini kita kerjakan secara tartil atau tertib seperti ajaran Nabi Muhammad Saw. Dimulai dengan niat, takbiratul ihram, ruku, sujud, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, tahiyat awal, tahiyat akhir, serta salam.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa takbiratul ihram merupakan takbir yang pertama kita lakukan ketika memasuki shalat. Takbiratul ihram ini dilakukan bersamaan dengan niat dalam hati.
Cara takbiratul ihram ini adalah dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, sedangkan telapak tangan mendekati telinga kita sambil mengucapkan “Allahu akbar”.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam Hadist Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar ra, mengatakan “Sesungguhnya Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya bertepatan bahu ketika memulai shalat...”
Tidak hanya itu, gerakkan takbiratul ihram juga dikatakan dapat mengangkat kedua belah tangan sejajar dengan telinga yang sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits riwayat Baihaqi yang dijelaskan oleh Wail bin Hajar ra, “Sungguh, aku melihat dan memperhatikan bagaimana Rasulullah saw melakukan shalat, Aku melihat beliau berdiri, bertakbir, dan mengangkat kedua tangannya itu sejajar dengan telinga.”.
Sehingga dari kedua hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa kita bisa melakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar hingga bahu maupun sejajar dengan telinga kita.
Adapun demikian, hal ini merupakan salah satu yang termasuk ke dalam rukun shalat. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad yang dijelaskan bahwa “dari Aisyah Ra berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memulai shalatnya dengan bertakbir, membaca bacaan dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), dan menutup shalatnya dengan salam.”
Itu artinya, gerakan ini adalah salah satu gerakan wajib. Oleh karena itu, wajib hukumnya setiap gerakan shalat diawali dengan menggerakkan kedua belah tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar yang hal tersebut disebut juga dengan Takbiratul Ihram.
Cara Melakukan Takbiratul Ihram
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa dalam gerakkan takbiratul ihram dalam shalat ini banyak caranya.
Cara Takbiratul ihram yang lazim digunakan adalah dengan mengangkat tangan sejajar dengan bahu ataupun pundak atau sejajar dengan telinga, kemudian jari-jari tangan dirapatkan atau berada dalam kondisi yang tidak terlalu renggang, lalu pandangan mata tepat ke tempat persujudan kita.
Berikut adalah 3 cara menurut riwayat shahih, yaitu gerakan yang termasuk ke dalam gerakkan takbiratul ihram, yaitu:
1. Mengangkat Kedua Tangan Bersamaan dengan Mengucapkan Takbir
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, diriwayatkan oleh Muslim Malik bin al-Huwairits menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir manakala beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya.
Dan apabila Beliau rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya kembali hingga sejajar dengan telinga seraya mengucapkan, ‘Semoga Allah mendengarkan orang yang memujiNya’, maka beliau melakukan seperti itu.
Hal tersebut kemudian berbeda dengan hadits riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai shalat dengan bertakbir. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir hingga meletakkan kedua tangannya sejajar dengan pundaknya”.
Kemudian para ulama-ulama syafi’iyyah menyunatkan mengangkat tangan bersamaan dengan takbir sesuai dengan hadist-hadist yang telah ada. Dan selanjutnya ulama-ulama malikiyyah pun menyetujui pentarjihan ulama-ulama syafi’iyyah tersebut.
2. Mengangkat Tangan Terlebih Dahulu, Kemudian Mengucapkan Takbir
Cara dalam gerakan takbiratul ihram selanjutnya adalah mengutamakan mengangkat kedua tangan kemudian baru disusul dengan mengucapkan takbir.
Cara ini dijelaskan oleh Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Muslim yang mengatakan bahwa “Rasulullah apabila mendirikan shalat beliau mengangkat kedua tangannya hingga menjadi sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian bertakbir”.
Menurut ulama Hanafiah, cara demikian merupakan cara yang paling baik dalam pelaksanaan gerakkan takbiratul ihram. Hal ini dikarenakan mengangkat kedua tangan merupakan simbol dalam bentuk untuk menghapus sifat-sifat kebesaran selain kepada Allah Swt.
Dengan kata lain, mengangkat kedua tangan tersebut kita sudah memantapkan hati dan raga kita bahwa tidak ada yang memiliki kebesaran selain Allah.
Sedangkan untuk takbir sendiri merupakan sifat yang mengukuhkan akan kebesaran yang hanya Allah miliki. Hal tersebut sama halnya dengan pengukuhan kita dalam kalimat syahadat yang menjadi kalimat suci dalam meneguhkan hati, pikiran, dan lisan kita bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.
3. Mengucapkan Takbir Terlebih Dahulu, Kemudian Baru Mengangkat Kedua Tangan
Cara terakhir dalam pelaksanaan gerakkan takbiratul ihram adalah membaca takbir sebelum mengangkat kedua tangan terlebih dahulu.
Cara ini telah diriwayatkan oleh Muslim yang kemudian dijelaskan oleh Khalid dari Abu Qilabah yang mengatakan bahwa beliau melihat Malik bin al-Huwairits yang apabila shalat dia bertakbir kemudian mengangkat kedua tangannya.
Kemudian ketika dia hendak melakukan rukuk ia mengangkat kedua tangannya, dan apabila ia mengangkat kepalanya dari rukuk maka hal yang dilakukan adalah mengangkat kedua tangannya.
Hal tersebut ia ceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun dahulu melakukan hal yang demikian.
Mengenai cara pelaksanaan yang ketiga ini Imam Ibnu Al-Asqalani mengatakan bahwa beliau tidak pernah bertemu dengan ulama yang berpendapat bahwa gerakan dalam takbiratul ihram ini didahulukan takbir yang kemudian disusul dengan mengangkat kedua tangan.
Dari ketiga cara takbiratul ihram di atas, para ulama menyepakati bahwa hadits-hadits yang disepakati shahihnya mengenai takbiratul ihram ini ada empat.
Keempat hadist shahih ini hanyalah hadist-hadist yang menerangkan bahwa nabi mengangkat kedua tangannya di empat tempat, yaitu:
- Di saat takbiratul ihram
- Disaat akan ruku’
- Di saat bangun dari ruku’
- Dan disaat bangun dari rakaat kedua dan ke rakaat ketiga.
Hal tersebut diperkuat dengan perkataan yang disampaikan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa “Adalah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- apabila beliau bangun selepas (selesai) dua rakaat, beliau akan bertakbir dan mengangkat dua tangannya” (Riwayat Imam Abu Daud).
Dari pembahasan di atas, tentunya sedikit banyak membantu kita dalam pelaksanaan gerakkan tubuh ketika melaksanakan shalat.
Memang banyak perbincangan dalam gerakkan takbiratul ihram ini dimulai dengan mengangkat tangan, pembacaan gerakkan hingga pemaknaan gerakkan yang banyak pendapatnya.
Hal tersebut memanglah wajar adanya karena setiap imam dan juga para ulama memiliki pendapat dan tinjauan sendiri-sendiri dalam memutuskan hal-hal yang bersifat keagamaan.
Takbiratul Ihram sendiri merupakan gerakkan shalat yang berasal dari dua kata yaitu Takbir yang artinya ucapan Allahu Akbar dan juga Ihram yang artinya pengharaman.
Dari kedua kata tersebut bila digabungkan memiliki makna bahwa ucapan takbir yang memulai pengharaman dari melakukan hal-hal yang bisa membatalkan shalat seperti makan, minum, berbicara kepada selain Allah dan Rasul dan hal-hal lain yang dapat membatalkan shalat.
Dari sinilah kita tentu bisa menyimpulkan bahwa gerakkan takbiratul ihram merupakan hal yang pertama dilakukan ketika shalat untuk menandakan bahwa shalat dimulai dan dengan hal tersebut maka kita sudah dipastikan harus fokus pada shalat, akan hati dan pikiran kita terus tertuju kepada Allah Swt.
Posting Komentar untuk "Apa itu Takbiratul Ihram dalam Shalat? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini"