Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Taubat? Tata Cara Shalat Taubat dan Keutamaan Taubat yang Perlu di Pahami

 

 sumber gambar by eclemix on flickr.com

Tidak ada satu manusiapun yang bersih dari dosa, kecuali anak-anak yang masih belum lagi baligh tentu saja. Oleh sebab itu, taubat adalah jalan satu-satunya bagi mereka agar Allah berkenan memaafkan segala dosa dan khilaf yang pernah manusia lakukan.
 
Hakikat bertaubat adalah kembali tunduk kepada allah dan menghindari semua perbuatan bermaksiat. Taubat terbagi menjadi dua macam, yaitu taubat mutlak dan taubat muqayyad.
 
Taubat mutlak adalah bertaubat dari segala dosa yang telah diperbuat. Sementara, taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa yang pernah dilakukan.
 
Taubat sendiri bermakna 'Kembali'. Seseorang yang khilaf dan melakukan dosa, terkadang dianalogikan sebagai kondisi seorang hamba sedang tersesat dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, saat penyesalan datang ke dalam hati seorang manusia, dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah taubat sebagai janji pada Allah. 

Artinya bahwa ia menyesali telah melakukan hal yang dilarang oleh Allah dan bertekad untuk kembali patuh dan taat menjalankan segala perintah-Nya.

Tata Cara Shalat Taubat  

Tata cara melaksanakan sholat sunnah taubat, sama dengan mengerjakan sholat wajib. Jumlah rakaat minimalnya adalah dua rakaat, sedangkan maksimalnya tidak dibatasi. 

Jadi, apabila Anda melakukan sholat sunnah dua rakaat lalu salam, kemudian masih ingin melaksanakannya lagi karena hati Anda masih rindu beristighfar pada Allah, maka tidak dilarang untuk melaksanakannya.

1. Niat
 
Pertama kali, sesudah wudhu tentu kita berniat untuk melaksanakan sholat sunnah taubat. Niatnya adalah: "Usholli sunnatal taubati, rak'ataini lillahi ta'alla". Artinya, saya berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala.
 
Niat yang lebih penting dipancangkan dalam hati adalah tekad bahwa Anda tidak akan mengulangi perbuatan dosa yang telah Anda lakukan tersebut.

2. Bacaan
 
Tidak ada riwayat yang menyebutkan bacaan khusus untuk pelaksanaan shalat sunnah taubat. Jadi, silahkan Anda membaca bacaan seperti pelaksanaan sholat wajib dan sunnah lainnya. 

Setelah bacaan Al Fatihah di rakaat pertama dan kedua, silahkan baca sebuah surat yang Anda kuasai atau hafal.
 
Setelah salam perbanyak istighfar, salah contohnya seperti bacaan di bawah ini.
 
“Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi".
 
Artinya, "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada yang berhak diibadahi secara benar selain Dia, Al-Hayyu Al-Qayyum, dan aku pun bertaubat hanya kepada-Nya".  
 
Masih banyak bacaan istighfar yang lain, yang dapat Anda temukan di buku-buku agama. Yang terpenting adalah niat serta tekad untuk tidak lagi melakukan perbuatan dosa tersebut.

3. Shodaqoh
 
Shodaqoh atau sedekah yang kita keluarkan merupakan salah satu sebab Allah menghapus kesalahan dan dosa. Seperti yang dikatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 271:
 
"Jika kamu nyatakan sedekah(mu), maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka adalah lebih baik bagimu; dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu, Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah:271).
 
Jadi, seiring dengan penyesalan atas segala dosa yang telah dilakukan, serta pelaksanaan shalat sunnah taubat, maka mengeluarkan sedekah bagi fakir miskin akan semakin membuka kesempatan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa dan khilaf yang telah terjadi.

Keutamaan Bertaubat

Pada hakikatnya, taubat merupakan isi ajaran Islam dan fase-fase persinggahan iman. Setiap insan selalu membutuhkannya dalam menjalani kehidupan ini. 

Orang yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat dalam perjalanan hidupnya, segala cobaan bisa dihadapi.  Sebaliknya, orang yang jauh dari taubat, cobaan sekecil apapun akan terasa berat.
 
Adapun keutamaan bertaubat adalah sebagai berikut.
 
1. Taubat adalah salah satu cara mudah untuk meraih kecintaan Allah swt.
 
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)
 
2. Bertaubatlah untuk mendapatkan banyak keberuntungan
 
“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)
 
3. Dengan taubat, mempermudah menghapuskan dosa-dosa
 
"Dan barangsiapa yang bertaubat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.” (QS. Al Furqaan: 71)
 
4. Dengan taubat, akan dekat dengan surga dan jauh dari neraka
 
“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)

Kisah Orang-orang Bertaubat

Mungkin bagi sebagian orang, bertaubat itu sulit. Untuk itu, di artikel ini disajikan beberapa kisah orang-orang yang bertaubat. 

Adapun kisah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Seorang Pembunuh
 
Ada seorang manusia yang pernah melakukan pembunuhan, sebanyak 99 orang. Misalnya, nama orang ini adalah Bunu. 

Suatu ketika, Bunu mempunyai keinginan yang besar untuk bertaubat atas kesalahannya tersebut. Langkah pertama yang dilakukannya adalah bertanya kepada orang setempat untuk menunjukkan tempat orang alim.
 
Pertama, Bunu datang ke tempat Rahib. Di tempat itulah, dia menyatakan keinginan untuk bertaubat atas segala dosa-dosanya selama ini. Namun ternyata, Rahib mengatakan bahwa sama sekali tidak ada jalan untuknya bertaubat.
 
Rahib menganggap bahwa kesalahan yang dilakukan Bunu sudah terlalu banyak. Mendengar pernyataan Rahib, emosi Bunu memuncak. 

Kekesalan Bunu yang semakin memuncak membuat dirinya tega membunuh Rahib. Dengan begitu, jumlah orang yang dibunuh Bunu bertambah satu, sehingga berjumlah 100 orang.
 
kedua, Bunu datang ke tempat ulama. Mendengar kisah hidup Bunu, ulama mengatakan bahwa masih ada jalan untuk bertaubat. 

Ulama tersebut menyuruh Bunu untuk pergi ke Syam (Lebanon, Palestina, Syiria), karena disana penduduknya sangat taat atas perintah Allah swt. Ulama tersebut juga menambahkan, Bunu sebaiknya tetap tinggal disana, jangan berpindah-pindah.
 
Perintah ulama ini semakin diperkuat dengan sabda rasulullah Saw, yaitu:
 
“Tidak ada hijrah lagi bagimu Muhammad setelah futuhat Mekkah, namun kalau mau hijrah, hijrahlah dari bumi yang jelek ke bumi yang bagus”
 
Setelah itu, Bunu langsung berangkat ke Negeri Syam. Namun, belum sampai ke negeri Syam, Bunu meninggal. Malaikat penjaga neraka, sudah siap untuk menjemput Bunu ke neraka. 

Namun, malaikat penjaga surga hendak mengambilnya pula, karena Bunu sudah berniat untuk bertaubat. Hingga akhirnya, perjuangan Bunu untuk bertaubat terbalaskan juga. Ternyata, langkah Bunu lebih dekat sejengkal ke surga daripada neraka. Hingga akhirnya, Bunu masuk surga.
 
Dengan begitu, memperlihatkan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada umatnya. Sebagaimana firman Allah:
 
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s An Nisaa’ [4]: 100)

2. Seorang Janda Berzina
 
Ada kisah lainnya yang diriwayatkan oleh Abi Bukhid. Suatu ketika, datanglah seorang Janda yang tengah hamil ke hadapan Rasulullah saw. Wanita ini mempunyai niat besar untuk bertaubat. Dia ingin dirajam sampai mati, supaya semua dosa-dosanya diampuni Allah swt.
 
Mendengar pernyataan wanita tersebut, Rasulullah tidak langsung menghukumnya, karena tidak ada saksi. 

Selain itu, dalam al-quran juga dituliskan bahwa tidak diperbolehkan merajam wanita yang tengah hamil. Akhirnya, rasulullah mempersilahkan wanita itu untuk menunggu sampai kelahiran anaknya tiba.
 
Setelah kelahiran anak tersebut, wanita ini datang kembali kepada Rasulullah. Rasulullah mempersilahkan wanita ini untuk menyusui anaknya sampai berusia 2 tahun. 

Setelah anaknya berusia 2 tahun, wanita itu kembali ke hadapan Rasulullah dan meminta untuk dirajam. Saat itulah, Rasulullah merajamnya sampai meninggal.
 
Rasulullah juga mensholatkan wanita itu. Padahal dalam kenyataannya, orang yang meninggal karena berzina, haram hukumnya untuk disholatkan. Hal ini tetap dilakukan rasulullah, meski sebelumnya sempat diingatkan oleh Abu Bakar. 

Rasulullah Saw bersabda:
 
“Wanita ini datang kepada Allah dengan taubat, jika kau ambil 70 orang madinah yang beriman dan kamu bandingkan dengan keimanan wanita ini, niscaya keimanan wanita ini jauh lebih berat daripada 70 orang madinah yang beriman”.
 
Sesungguhnya Allah Swt mencintai orang-orang yang bertaubat.

Mas Pujakusuma
Mas Pujakusuma "Visi Tanpa Eksekusi Adalah Halusinasi" - Thomas Alva Edison

Posting Komentar untuk "Apa itu Taubat? Tata Cara Shalat Taubat dan Keutamaan Taubat yang Perlu di Pahami"