Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berawal dari Definisi Agama Islam

 

 sumber gambar by 4islam on flickr.com

Di dalam al-Qur’an dimaktubkan, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah agama Islam…” (QS. Ali imran [3]: 19). 

Maka timbul pertanyaan, mengapa Allah hanya meridhoi agama Islam? Apa rupanya definisi agama Islam? Sampainya  batas seseorang dapat diklaim beragama Islam? Bagaimana perilaku orang yang mengaku dirinya beragama Islam.
 
Adalah artikel ini akan mengupas definisi agama Islam dan pertanyaan-pertanyaan di atas. Pertanyaan-pertanyaan diatas penting dipelajari agar memiliki pemahaman yang jelas. Jangan sampai merasa diri berada di dalam agama Islam, ternyata sudah melenceng dari agama Islam.
 
Pasalnya, ada sekte yang mengaku dirinya Islam, namun berdasarkan kajian agama Islam dinyatakan sudah keluar. Atau jangan sampai kita mencari agama selain agama Islam. 

Maka camkan firman Allah Swt., “Siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) darinya, dan di akhirat tergolong orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85)

Definisi Agama Islam

Secara sederhana, diistilah definisi agama Islam dengan kepercayaan dan petunjuk untuk manusia berdasarkan perdamaian, akhlak dan Tauhid. Karena secara akar kata (etimologi), Islam bermakna damai (salam), selamat, tunduk dan. 

Definisi islam berdasarkan bahasa tersebut memiliki keterkaitan, meski kerap Islam dimaknai sebagai ketundukan atau kepasrahan dan berserah diri kepada Tuhan Yang Esa.
 
Dalam Al-quran digunakan sejumlah kata yang memiliki dasar kata yang sama, seperti Silm -damai (QS al-baqarah [2]:8); Aslama -berserah diri; QS ali-Imran [3]:83); Istaslama -penyerahan total (QS an-Nisa [4]:65); Salim -suci (QS al-furqân [25]:89); Salâm -sejahtera (QS az-Zumar [39]:73).
 
Berdasarkan  petunjuk Al-Qur’an, umat Islam meyakini bahwa Islam adalah agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak Nabi Adam a.s. sampai dengan Nabi Muhammad. 

Jika dilihat dari ajaran aslinya, Islam bersama agama Yahudi dan Nasrani termasuk dalam rumpun agama Nabi Ibrahim as. Hanya saja, orang Yahudi dan Nasrani tak mau mengakui Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul Allah, padahal termaktub di dalam kitab mereka.
 
Sebagaimana Allah Swt. menjelaskannya di dalam al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika Isa Putera Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).’ Maka ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaff [61]: 6)  
 
Orang Yahudi dan Nasrani disebut sebagai Ahli Kitab, karena mereka kaum Nasrani (Kristen) dan Yahudi oleh Allah diberikan Kitab Taurat melalui Nabi Musa dan Injil melalui Nabi Isa. Sedangkan Nabi Muhammad diturunkan Alquran.
 
Dengan mengacu kepada definisi  agama Islam, adalah sangat dianjurkan umat Islam untuk berlaku santun, damai dan bersikap hormat kepada pemeluk agama berbeda. 

Tidak mungkin, orang Islam dihormati dan dihargai oleh pemeluk agama lain, apabila umat Islam sendiri masih suka merendahkan dan melecehkan agama orang lain.
 
Melalui definisi agama Islam yang telah dijelaskan di atas, dapat dipahami bahwa Islam adalah agama yang berisi berupa perintah, larangan dan petunjuk untuk kebaikan umat manusia dan seluruh makhluk di bumi dan di langit, dengan mengacu pada apa diturunkan Allah yang terdapat di dalam Al-quran dan Sunnah Rasulullah. Orang Islam disebut Muslim, yang laki-laki disebut Muslimin dan yang perempuan disebut Muslimat.
 
Allah SWT berfirman:
 
"...Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu." (QS al-Maidah [5]:3)

Definisi Agama Islam - Rukun Islam dan Rukun Iman

sumber gambar by donealamsyah on flickr.com

Bila dikaji definisi agama Islam di atas melalui disiplin ilmu mantiq, dapat dipahami bahwa di dalam definisi tersebut rukun atau pokok agama Islam. 

Rukun adalah prinsip, syarat, atau konsekuensi ketika melakukan dan berjanji untuk menepatinya. Di dalam islam ada dua rukun, yaitu rukun Islam dan rukun iman
 
Rukun Islam terdiri atas 5 perkara, yaitu:

  • Mengucap dua kalimat syahadat, meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah rasul Allah.
  • Mendirikan shalat lima kali sehari dalam semalam. Mulai dari Subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat, Isya 4 rakaat.
  • Membayar zakat.
  • Berpuasa pada bulan Ramadhan.
  • Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Rukun Islam ini pun dijelaskan Rasulullah Saw. di dalam sabdanya, “Islam dibangun dengan lima perkara: Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.” (HR. Tirmidzi dan Muslim)
 
Adapun rukun Iman terdiri atas 6 perkara, antara lain:

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al-quran, Injil, Taurat, Zabur, lembaran (suhuf) Ibrahim
  4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
  5. Iman kepada Hari Kiamat
  6. Iman kepada qada dan qadar

Adapun dalil tentang rukun iman  secara komplit bersamaan dengan hadits yang menjelaskan rukun Islam.  

Dari Umar ra., ia berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw. tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dengan mengenakan baju putih dan berambut hitam, tidak tampak bekas perjalanan jauh dan seorang pun dari kami tak ada yang mengenalnya. 

Lalu Laki - laki itu duduk di depan Rasulullah Saw. sampai kedua lututnya bersentuhan dengan lutut Rasulullah Saw. Lalu ia berkata, ‘Ya Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam?’ Lalu Rasulullah Saw. bersabda, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kau dirikan shalat, tunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji jika mampu. Kemudian dia berkata lagi,’Kau benar,: Kami heran, dia yang bertanya namun dia pula yang membenarkannya.
 
Lalu ia bertanya kembali, ‘Beritahukan aku tentang Iman?’ Rasulullah Saw. pun bersabda, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan Engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Kemudian dia berkata, “Kau benar.” …. (HR. Muslim)

Definisi Agama Islam - Shalat Adalah Tiang Agama Islam

Sebagai pemeluk agama Islam sangat ditekankan untuk melaksanakan shalat. Kata Shalat dalam bahasa Arab bermakna doa. Doa adalah senjata, tali penolong, dan ibadah.
 
Arti Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah Swt. seperti meminta keselamatan hidup, rezeki yang halal dan keteguhan iman. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan dengan kerendahan hati. Pujilah Allah, lalu ucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
 
Secara istilah, shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri atau ditutup dengan salam. Praktik shalat harus sesuai dengan petunjuk dan tata cara Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda:
 
“Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat.” (HR. Bukhari Muslim).
 
Secara sederhana definisi agama Islam dapat disimpulkan ke dalam dua frase kalimat: Islam adalah agama Tauhid, monoteisme dan Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat dan membawa manfaat bagi seluruh isi semesta alam.

Definisi Agama Islam - Perilaku Muslim

Sebagaimana dimafhumi dari definisi agama Islam di atas, seorang muslim juga harus memiliki perilaku yang baik. Karena Rasulullah Saw. bersabda, “Orang muslim adalah orang yang dapat menyelamatkan orang lain dari kejahatan lisan dan tangannya.” 

Sehingga proklamasi Rasulullah Saw. tentang perilaku muslim selaras dengan definisi agama Islam, baik ditinjau dari sisi bahasa (etimologi) maupun istilah (terminologi).
 
1. Memelihara lisan
 
Sejatinya, seorang muslim mesti memahami apa fungsi lisan diciptakan Allah Swt. sehingga kita akan sadar dari kelalaian dan dari perbuatan maksiat. Selain berfungsi sebagai tanda syukur kepada-Nya. 

Cukup banyak kenikmatan yang telah kita terima melalui lisan. Maka sepantasnya kita menggunakan lisan untuk berdzikir kepada Allah, memperbanyak baca al-Qur’an, dan menuntun orang lain menuju ajaran agama Islam yang benar.
 
Sekiranya kita tidak menggunakan lisan dengan baik, maka kita termasuk bagian dari orang yang kufur nikmat. Dan perlu diingat, bahwa lisan adalah salah satu anggota tubuh yang paling dominan dan paling banyak perannya dalam mengalahkan orang lain. 

Seseorang paling banyak dijebloskan ke dalam neraka karena lisan nya. Bacalah dengan seksama hadis ini, “Sesungguhnya, seseorang yang karena mengeluarkan perkataan dengan ucapan yang mengandung maksud meremehkan kawan, maka karena ucapan itu, dia dimasukkan ke neraka jahannam selama tujuh puluh tahun.”
 
Karena itu, sebagai orang muslim yang memahami bahwa definisi agama islam adalah agama yang memberi keselamatan orang, maka mari jagalah lisan dari menyakiti orang lain.
 
2. Memelihara tangan
 
Sebagaimana dimafhumi dari hadis yang memperkuat definisi agama islam, bahwa orang yang mengaku muslim harus bisa menjaga tangannya. 

Karena itu pelihara dan jagalah tangan dari lima hal, yakni dari memukul saudara sesama muslim, memperoleh barang haram, menyakiti sesama makhluk Allah, mengkhianati amanah dan menulis sesuatu yang tak boleh dituliskan.
 
Inilah seputar definisi agama Islam dan perilaku muslim yang semestinya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Mas Pujakusuma
Mas Pujakusuma "Visi Tanpa Eksekusi Adalah Halusinasi" - Thomas Alva Edison

Posting Komentar untuk "Berawal dari Definisi Agama Islam"